Tuesday, December 06, 2011

catatan #11

sisa lamunanku diguyur hujan
menghantar merangkai kata
malam telah menghanyutkan jiwa
menjenguk rindu yang menggebu

kenyataan lahirkan kesadaran
menghalau keraguan
saat ini kita menuai cinta
maka biarkanlah waktu berjalan apa adanya

duapuluhempat jam terlewati untuk tidak berjumpa denganmu
rintik air hujan masih setia
membasahi bayang wajahmu

ada yang tertanam
tinggal di halaman hati

tengs to : mas tony Q Rastafara

Labels:

Monday, October 31, 2011

catatan #10


ingatlah wahai mantan...
aku adalah pria yang baik,
aku adalah pria penyayang,
aku adalah pria pengayom,
aku adalah aku.

aku ingat kamu...
kamu dengan ketegaranmu,
kamu dengan kemandirianmu,
kamu dengan keteguhanmu,
kamu dengan alessandro nesta-mu...

tak ada harapan lain selain bahagia yang aku selipkan dalam setiap doaku untukmu. kamu telah temukan pria yang tepat untukmu, dalam mengarungi samudra kehidupan. pesanku agar kamu dan juga suami tetap semangat dalam segala hal.

dan maaf, jika aku tidak dapat hadir menginjak altar peneguhan nikahmu atau paling tidak menjabat tangan pria yang beruntung bersanding dengan wanita hebat sepertimu. baiklah aku akan sudahi segala puja puji dari mulut manisku untukmu. toh semua sudah terjadi menurut kehendakNya.

*andaikan ada mesin waktu*

Labels:

Thursday, July 28, 2011

catatan #9

I'm alone and you're my only friend
seem so hard to share just with you
give me sometime to shake my brain to the ground
won't take long if we're still holding on

woke up this morning and sunrise shine on me
kind of funny when I see your face, baby
and all good feelings are what I wanna give you
now feels so good when we are holding on

all I wanna do is love you
lock your name deep in my soul...(I feel)
but the world out there to carries me away from you
bring me home...to keep us holding on

memori tidung oktober 2010

Monday, June 27, 2011

catatan #8

to whom it may concern...

I am perfectly willing to acknowledge that not all of us excel at the same things, but I’m coming to believe more and more firmly that this whole “typical person” entity is a myth. I’ve never met a typical person. There are only people who are passionate about what they do, and people who aren’t. When the latter become the former, they become “atypical”, because suddenly they are self-motivated, insightful, excited, optimistic, and happy.

link click this!

Thursday, June 09, 2011

catatan #7


genap sudah seminggu teknologi yang "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat" ini berada dalam genggamanku. jujur sangat terbantu dengan keberadaannya. semua hal yang berhubungan dengan dunia maya baik urusan kantor maupun pribadi dapat terkoneksi dengan baik. apalagi dalam hak keberadaan atau bahasa kerennya, ke-eksisan hihihi :-)

pesan pertama dari seorang teman adalah "jangan autisnya yah". sungguh sebuah pesan yang sangat jahat menurutku. mengapa? pesannya siy dapat saya terima, penggunaan kata autisnya saja yang membuatku tidak terima. kata "autis" itu sangat sangat saya hindari dalam penggunaannya baik dalam bahasa verbal maupun oral. kecuali saat menulis blog ini. alangkah bijaksananya jika kata "autis" dapat diganti menjadi anti sosial atau apalah mungkin masih dapat saya terima. mending saya dibilang "ansos" dari pada dibilang "autis" walaupun lewat pesan singkat. :-(

berbicara mengenai alat yang konon kabarnya bisa "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat" ini, saya ingin menulis tentang suatu hal. entah mau dibilang penting gak penting tapi selama anda masih membacanya sekarang berarti anda penasaran kan tentang apa yang mau saya tulis. ini mengenai perihal add dan meng-add kontak di perlatan itu.

*****

sebenarnya hanya urusan remeh temeh mengenai di-add orang dan meng-add orang. menurutku, jujur aja yah terserah mau setuju atau tidak dengan tulisanku ini, saya lebih suka meg-add. kenapa meng-add? itu berarti saya memiliki kebutuhan, keinginan untuk terhubung dengan orang tersebut. mengetahui kabar dan bertanya kabar juga info tentangnya. tentang orang yang saya add ini. artinya motivasi tersebut lebih ke diri saya untuk menjadikannya sebagai kontak saya di alat tersebut.

sementara perihal di-add, itu berarti orang yang meng-add saya memiliki kesamaan tujuan dan interest seperti yang saya jelaskan pada tulisan diatas tadi, terhadap saya. artinya saya tidak memiliki kepentingan apapun terhadap orang yang meng-add saya tersebut. namun jika orang tersebut meng-add saya sebagai kontaknya itu berarti ia memiliki kepentingan terhadap saya, entah bertanya kabar, butuh informasi, atau sekedar pengen terlihat eksis :-P

*****

sedemikiannyakah teknologi ini mengubah jaman? apakah sebegitu kejamnya teknologi ini membuat profesi tuang pos menjadi tidak populer lagi. atau kitanya yang tidak mau tertinggal dari putaran roda jaman yang terus bergerak maju. hmm... walaupun mundurpun hanya sedikit untuk selanjutnya meloncat jauh ke depan, bila perlu mendahului berputarnya roda jaman hohoho... dasar ego!

tulisan ini merupakan refleksi kemunafikan penulis. biarlah pembaca yang menilai. toh kenal gak kenalpun pembaca sudah tahu saya seperti apa penulis ini dari tulisan yang dibaca. :-P

#tetapsemangatz

Labels:

Tuesday, May 03, 2011

catatan #6


"maybe redemption is easy to tell"


kutipan diatas tak sengaja kudengar dari sebuah lirik lagu. dimana-mana kalimat pertama memang selalu yang tersulit dalam memulai sebuah tulisan. namun ide selalu bisa datang dari mana-mana saja. seperti sekarang ini. :-)

mungkin pencobaan itu paling mudah untuk diceritakan. kira-kira begitulah arti dari kutipan diatas. tentu saja dengan segala kekuranganku dalam bahasa inggris. tapi paling tidak itu terjemahan yang menurut paling mendekati. hehehe. setiap manusia pasti akan mengalami yang namanya pencobaan. iya. cobaan hidup. *sotoy deh gw*

cobaan yang aku alami mungkin hanya remeh bagi sebagian atau beberapa orang. namun paling tidak inilah yang menyebabkan aku menulisnya disini. biarpun tidak menjamin akan selesai, paling tidak membantuku untuk meringankannya dalam menjalani cobaan tersebut.

tersebutlah sebuah pernyataan dari seorang teman. itu bila dia masih menganggap aku temannya. dia secara vulgar menulis bahwa aku adalah objek baginya. entah maksud pernyataannya itu apa, namun yang aku tangkap bahwa aku [mungkin] adalah objek penderita baginya, objek untuk dihina dina, atau objek untuk bahan lucu-lucuan menurutnya.

sejak terakhir aku berkorespondensi dengannya yang mengakibatkan aku mengambil sikap diam. aku berusaha untuk tidak memasukkan hal tersebut dalam hati. meskipun secara aturan pertemanan yang umum, yang aku tahu itu salah. secara terang-terangan ia menyinggung masalah pribadi yang pernah aku ceritakan padanya dan seorang teman lagi di forum umum. dimana semua orang di forum tersebut bisa membaca dan menafsirkannya. masa bodoh dengan penafsiran orang per orang di forum itu. hanya saja yang aku sesalkan pernyataannya waktu itu membuatku tersinggung berat. sebab hal itu dilakukan oleh orang yang aku percayai dapat menyimpan rapat cerita itu.

jadi apakah aku salah bila akhirnya aku mendiamkannya. karena jika aku terpancing, itu sama saja membuka cerita yang seharusnya aku dan dia simpan sebagai komitmen di awal sejak aku menceritakannya. bukan masalah cerita yang aku permasalahkan disini. ceritanya hanya cerita hubungan dengan lawan jenis. no big deal. hanya saja seharusnya kan tidak di singgung di forum umum. dimana komitmen yang sejak awal di amini untuk tidak dibahas. apa yang terjadi dengan "what's on kubang stay on kubang". mana buktinya? ahh... jadi esmoni kan niy. :-(


"i dare you to move"


sekarang bagaimana? sebuah tanya yang akupun tak tahu harus menjawab apa. masalah itu harus diselesaikan dibidang datar. menurut istilah salah seorang penulis yang kuhormati karena tulisannya memiliki daya pengaruh yang luar biasa. duduk bersama [mungkin] dapat menjadi pemecah masalah. mencari jalan keluar bersama dari semua kejadian yang telah terjadi. diperlukan kepala dingin untuk membicarakan masalah ini. duduk bersama seraya menyeruput secangkir kopi. hanya itu yang dapat aku tawarkan kepadamu.

dimana kita dapat duduk bersama, sesama kita yang tahu duduk permasalahannya itu dimana. jikalau bisa empat mata malah lebih baik. namun seperti seorang teman pernah berkata kepadaku bahwa neraka hidup adalah keinginan. jadi apakah keinginanku ini adalah sebuah neraka hidup? aku tidak tahu. dan kamupun tidak tahu. mari kita coba untuk merasakannya.

salam,
Alf

Labels:

Putaran Bonus

Langkah kaki yang berusaha aku tahan tak jua membuat kami melambat. Rasanya malah semakin cepat. Pagar rumahnya sudah terlihat. Itu artinya sebentar lagi kami harus berpisah. Aku berusaha meredam keresahan yang lebih mirip pedih. Sesuatu yang nisbi ini berlaku pula padaku. Ini hari terakhirku bersamanya. Setidaknya, mungkin terakhir, karena aku tidak tahu kapan lagi bisa menemuinya. Sedikit keberuntungan sudah aku terima malam ini. Dia bersedia menemaniku jalan. Tapi aku tak yakin apa masih punya sisa keberuntungan lain.

Dan sampailah kami di depan rumahnya. Malam sudah sangat larut, hampir dinihari. Aku tak berharap dia akan mengajakku masuk, karena kupikir itu tak mungkin. Lagipula, sebejat-bejatnya, aku juga masih punya sopan santun untuk tidak bertamu terlalu malam. Aku merapikan kerah jaket, mencoba menghalau dingin. Dia mengikuti dengan menurunkan lengan bajunya yang tadi tergulung, dan kini menutupi hampir setengah telapak tangannya. Di keremangan cahaya bulan, aku bisa melihat jari-jari mungilnya yang mencuat dari ujung baju, putih dan agak tremor. Ah, jari-jari itu, masihkah bisa kugenggam esok hari?

"Aku akan tinggal kalau kamu meminta," kataku. Dia menggeleng.

"Kamu akan berusaha tinggal kalau kamu memang mau," katanya pelan, dan tiba-tiba mengingatkanku pada sesuatu yang tidak bisa aku lawan, sesuatu di luar kuasaku.

Kami terdiam cukup lama. Setidaknya untuk ukuran orang yang berdiri di depan pagar. Kehilangan kata.

Lalu aku menyentuh rambutnya seolah-olah dia anak kecil yang baru saja berbuat baik, seperti yang sering aku lakukan.

"Aku ingin memelukmu. Tapi tak mungkin aku lakukan di sini. Tapi kalau kamu tak keberatan, aku masih ingin jalan bersamamu malam ini. Satu putaran bonus saja. Kita memutar di ujung jalan sana dan kembali ke sini lagi. Lima belas menit paling lama..."

Dia tidak menyahut. Tapi kakinya memberi isyarat akan bergerak. Aku lalu meraih tangannya. Terasa jari-jarinya yang dingin menyusup masuk sela-sela jariku. Kami tak banyak bicara lagi.

Malam itu, aku mendapatkan putaran bonusku. Satu lap. Dengan waktu tempuh lima belas menit lebih sedikit.

("Karabiner", hal: 234)

diambil dari Fauzan Mukrim FB Note.

Labels:

Monday, April 25, 2011

catatan #5

dear mantan,

aku kangen sama kamu... beneran ini.
apalagi kamu baru berulang tahun beberapa hari yang lalu. semoga kamu di karuniai umur yang panjang, badan yang selalu sehat, dan sukses dalam segala hal. amin.

semoga kamu bahagia dengan lelaki pilihanmu sepeninggal aku.
aku doakan hubungan kalian lancar hingga menikah nanti. amin.



salam dariku yg sedang kangen saat ini,
Alf

Labels: