Thursday, September 29, 2005

BINGUNG

Katamu,”aku sayang kamu”
Aku tahu
Katamu,”aku rindu kamu”
Aku tahu
Katamu,”aku butuh kamu”
Aku tahu..

Kataku,”apa aku sayang kamu?”
Kau tak tahu
Kataku,”apa aku rindu kamu?”
Kau tak tahu
Kataku,”apa aku butuh kamu?”
Kau tak tahu

Lalu terdiam...

Tuesday, September 27, 2005

PIKIRAN TENTANGMU

Kusadari waktu yang terus berputar
Dengan sedikit rasa melupakanmu
Rupanya semuanya tidak pudar
Melainkan terus menetap dalam bayangmu

Sekilas masa lalu berbisik ke telingaku
Sekilas mata ajakku melihat kamu
Kamu dengan cinta menatapku
Kamu dengan kasih menyentuhku

Tapi bayangan gelapmu menyayatkan luka
Sakit hati yang tercipta dari tutur kata
Sakit hati yang tercipta dari tindakan
Semuanya terjadi karena tekanan

Ingin kutanyakan tentang tindakanku
Ingin kutanyakan tentang kelakuanku
Seperti apa rasa sakit itu? Apakah begitu berartinya aku untuk kamu?

Lagi-lagi aku menyesali arti kehilangan
Tak kudengar dari awal tentang peringatan
Kuabaikan semua arti masa pergantian
Berfikir aku siap dengan kedewasaan

Rupanya besar resiko seperti kehilangan jantung
Akhirnya kumengerti kata kidung agung
Sebesar apapun kau lakukan atas nama cinta, kamu pasti akan terhina…


“Yang Tak Terlupakan”

......


MAti Rasa….
“no body loves me except my mother…”

Lalu secara sigap aku menyadari bahwa memang sebenarnya aku ini rapuh…
Begitu rapuhnya sampai tak ada lagi system pertahanan di dalam tubuhku ini
Kuterima saja semuanya…
Olokan, cacian, makian, lecehan, bahkan ejekan yang merendahkanku sekalipun baik serius maupun bercnda.
Sampai mati rasa rasanya diri ini menerimanya... biarlah... biarlah asal mereka senang... toh akhirnya nanti mereka juga menyadari... itupun kalo sadar!
Bahwa tidak enak rasanya mati rasa begini...

Mana emosimu Be’?