Sunday, April 09, 2006

meniduri sepi


waktu seakan berjalan sangat lambat kala aku memasuki lantai ini. suara gemeritik tuts keyboard sekan mengiringi langkahku menuju tempatku beradu pantat dengan kursi. lamat-lamat sosok itu terlihat sudah, rambutnya yang terbakar seakan seperti matahari yang menyinari isi bumi [halah!]tetap saja aku terpatri dalam sebuah penglihatan yang tak kunjung usai. layaknya kerbau yang tercucuk hidungnya oleh sang gembala, begitupun aku...kadang senyum itu menenangkan, kadang raut itu menyesakkan. dalam sepi ini ku berkhayal... akankah saat itu tiba...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home