Saturday, March 31, 2007

cerita pagi sekali






sebenarnya ini hanyalah opini pribadi terhadap sebuah kejadian yang sangat tidak enak untuk dikenang apalagi (bila) diingat. mungkin saja "mereka" yang saya ceritakan saat ini sedang membaca atau mungkin hanya singgah sebentar melihat-lihat isinya lalu ditutupnya... ya tidak apa-apa, it's doens't matter at all for me... ibarat kate, dibaca syukur nggak dibaca juga ga ape-ape.



semua berawal dari sebuah pelayanan yang menurut saya pribadi memuaskan dari sebuah hotel yang baru saja dibuka. tentu saja saya mengerti sekali dengan segala penyesuaian dan adaptasi terhadap kualitas dan kuantitas pelayanan demi kepuasan pelanggan atau tamu. hotel yang bertempat di salah satu jalan protokol di kota pahlawan surabaya ini baru saja soft opening pada 26 januari lalu, jadi dapat dimaklumi bila masih terlihat renovasi dan penghalusan di sisi-sisi lain bagian hotel. begitu juga kamarnya, bisa dibilang semua interior dan exteriornya masih mulus dan baru. even, aroma dari kayu yang baru di cat atau kain sprei yang baru atau juga lantai kamar yang masih licin dapat terasa.



jadilah kami tim cerita pagi, satu-satunya program kriminal selain berita harian dari sebuah stasiun televisi swasta indonesia memutuskan untuk mencoba menginap disana atas saran dari guide kami selama di surabaya. ceritanya kai sedang melakukan taping happy salma di surabaya untuk beberapa episode di program cerita pagi.


***


dan di sinilah cerita itu terjadi...

belum sehari bahkan belum juga kami menjejakkan kaki ke kamar, si guide kami sudah mengalami "gesekan" dengan security depan gerbang hotel yang memeriksa mobil kami. dan berlangsung terus hingga gerbang depan loby. masalahnya, mereka mengira bahwa kami akan menurunkan barang untuk keperluan acara wedding expo yang akan dilaksanakan mendatang... sementara teman2 yang sudah lelah dan cape merasa di"sulit"kan oleh pihak ini hanya karena masalah lat liputan yang dikira untuk wedding expo. secara gitu yah... alatnya hampir sama yakni lampu kinno flow, yang gedenya segambreng. juga beraneka kotak seperti kotak kamera dan kotak dedo light dan semacamnya...
***
adalah iwed [nama disamarkan oleh penulis], reporter dari program yang bersangkutan yang juga merupakan pasangan liputan penulis. dialah yang hampir sering mengalami "gesekan" dengan pihak hotel ini. si iwed ini memiliki sikap yang cuek dan saking cueknya diapun seakan-akan acuh tak acuh dengan suasana sekelilingnya pokoknya ga aware dengan situasi, yang ada hanyalah situasi yang sesuai dan pas dengan keinginannya, pokonya standart broadcastlahhh!

dan mulailah muncul berbagai ketidakpuasannya sebagai tamu yang merasa tidak diperlakukan sebagaimana mestinya tamu, seperti kasus deposit hotel yang menurutnya seperti dikejar-kejar oleh pihak hotel yang (sepertinya) tidak percaya dia dapat melunasi biaya inap di hotel tersebut, juga masalah denga security yang menjaga di lobby yang menurutnya terlalu ketat hingga puncaknya pada hari saat cek out. seorang mas-mas penanya ada laundry masuk tiba2 ke dalam kamarnya... yang menurut si mas dia sudah mengetuk sebanyak tiga kali...

"dimana-mana kalo ga di respon yang ga boleh masuk dong...!!" katanya pada penulis dengan ketus.

"trus, gimana kalo gue lagi ga pake baju????" tambahnya lagi.

"@!*(*&%&^&$?!??!"


***

juga guide kami, sebut saja dia digan. si digan iniselain sebagai guide juga sebagai driver kami, tapi kami tidak penah menganggap dia sebagai driver melainkan teman liputan yang paling capelahh... kami bekerjasama untuk menyukseskan liputan kami, dan tanpa dia kami akan merasa kesulitan... itu saja! dan dia juga merupakan tamu hotel menurut kami karena dia dan kami tidur di kamar hotel. itu berarti dia adalah tamu hotel...
namun (entah benar entah tidak) pihak hotel tidak berpikir seperti kami berpikir mengenai dia. mereka menyangka bahwa digan tetaplah seorang supir belaka... suatu kejadian pas hari sedang hujan dan suasana sedang crowded dengan adanya wedding expo, dimana kala itu petugas keamanan bingung mana yang tamu wedding expo mana yang tamu hotel.

ceritanya ia disuruh oleh produserku untuk mem-vallet mobilnya biar gampang. maksudnya biar pihak hotel yang mengurus mobil tersebut karena parkiran kala itu sedang penuh dengan tamu wedding expo.

terjadi juga gesekan dengan seorang petugas vallet yang mengatakan bahwa dia parkir aja sendiri di belakang sana bukannya malah menerima vallet mobil kami terssbut. entah apa yang ada di pikiran petugas tersebut... apakah karena dia mengira digan adalah supir dan ia enggan bahkan nggak mau di suruh oleh seorang supir untuk memarkirkan mobilnya tao memangia sedang sibuk mengurus mobil-mobil yang tidak sedikit jumlahnya. sedikit tarik urat leher saat itu...

"mas, saya ini tamu hotel yang menginap dan tadi dibilang katanya pihak hotel menyediakan vallet..." kata kawan ini pada petugas parkir vallet tersebut.

"mas kalo mo nyari saya... saya ada di wonokromo, saya tunggu sampeyan disana" demikian jawaban dari petugas tersebut dengan nada nggak enak terkesan menantang. lalu kemudian tak lama mengambil kunci kontak tanpa memberi sedikitpun bukti vallet pada digan.

haahhh.... sebuah pelayanan yang aneh.


***
sebenarnya ada sebuah peristiwa unik dimana saat itu kita diterima oleh Ms. Agnes sebagai MOD kala berbagai kejadian itu sampai di telinganya. dan kita diundang untuk membicarakannya secara baik-baik. untuk mendengar kritik, keluhan dan permasalahan yang kami terima dari pihak hotel. bagi Ms. Agnes dia mengambil sisi positifnya yakni bisa mengenal kami rekan-rekan media dari jakarta disamping dia menyampaikan permintaan maaf dari pihak hotel terhadap perlakuan yang tidak seharusnya yang kami terima dari para pekerjanya.
senyum dan canda tawa mengakhiri pertemuan di lounge hotel malam itu dengan catatan kami hanya memberi masukan terhadap pihak hotel untuk mengimprovisasi pelayanan, dan jangan terlalu kaku dalam menghadapi tamu yang 'aneh' dari ibukota ini. dan Agnes memberi feedback bahwa sebagai hotel baru, dengan karyawan baru yang cair dari berbagai latar belakang dan masih terpengaruh budaya kerja di tempat masing-masing sehingga pelaksanaan standarisasi pelayanan belum maksimal. itu saja penjelasannya, sisanya hanyalah ice breaking untuk mencairkan suasana.

***

sebenarnya saya tidak terlalu mengalami 'gesekan' tersebut sebab saya tidak mengalami kejadian apa2 dengan pihak hotel, everything is fine aja koq...

hanya saja hal tersebut tidak berlaku pada hari terakhir dimana saat itu adalah hari kita cek out rencananya walopun akhirnya diteruskan oleh tim liputan yang masih ada di surabaya.

sebuah perlakuan yang saya pikir tidak wajar menimpa pada saya dan benar-benar membuat saya tersinggun walaupun skalanya kecil. yakni pemeriksaaan yang terkesan paranoid pada saya ketika masuk ke dalam lobby oleh security yang berjaga saat itu. jujur... dia hanya melihat orang hanya dari luarnya saja, buktinya orang cina di depan saya yang memakai baju layaknya esmod hanya diperiksa seadanya saja, sementara saya sampai tuh alat pendeteksi mengitari seluruh tubuh saya hingga disuruh copt jaket segala hingga dia berhenti seketika dia melihat ID yang melingkar di leher saya. sungguh sebuah pengalam yang tidak menyenangkan dari security hotel, namun saat itu saya hanya nggumun saja...

"ahh itu kan memang job desknya dia untuk memeriksa segala sesuatu yang mencurigakan menurutnya..." gumamku dalam hati sembari tersenyum kecut saat dia selesai memeriksa saya dan saya kembali ke kamar.

tak sepeminuman teh, saya kembali harus keluar kamar untuk menemui ibu saya yang berkunjung ke hotel. dan itu menyebabkan saya harus melewati lobby ini utnuk ke sekiankalinya... singkat kata singkat cerita saya akhirnya harus diperiksa lagi dan lagi oleh security yang bertugas.



yang saya heran bin ajaib adalah mengapa mereka sebegitu paranoid itu dalam menjalankan tugasnya? memang isu terorisme sedang berhembus hebat di jawa timur, namun jangan pukul rata begitu dong terhadap tamu yang (notabene) mondar mandir di area situ dan paling tidak mereka mengenali muka saya yang bolak balik disitu hingga tidak selalu kena pemeriksaaan... itulah yang saya maksud sikap kaku diatas tadi, mereka tidak ber-improvisasi terhadap tugas mereka gitu lhooo






mereka menerapkan sebuah istilah yakni men- "judge a book by it's cover" terhadap saya... dan itu membuat saya tersinggung berat.



***






meskipun surat permintaan maaf dari GM hotel Mr.Gow sudah dilayangkan bukan berarti kejadian demi kejadian tersebut dapat dilupakan begitu saja dalam benak masing-masing individu yang mengalaminya di hotel terssbut. dan ingat saja kejadian akan erdengar dikuping para individu rekan kerja kami di lingkunga internal kantor yang juga akan melakukan perjalanan keluar kota seperti surabaya, dan hotel anda sudah masuk dalam black list teman-teman hingga (mungkin) tidak akan ada lagi teman2dari kantor kami yang akan menggunakan hotel anda sebagai tempat kami menginap kecuali kalian buktikan bisa meningkatkan lagi mutu pelayanan kalian terhadap kami...



seperti falsafah orang jual roti yang Ms. Agnes katakan pada malam pertemuan kala itu,



"kalau puas, beritahu teman anda; kalo tidak puas, beritahu kami"






sesaat sebelum saya cek out, saya sempatkan mengisi kertas opini tamu yang disediakan di kamar. apa yang saya tulis di kertas tersebut sebenarnya seblas duablas dengan apa yang saya tulis di blog saya ini. jadi sekian... saya harap ada pihak yang berkepentingan untuk menindaklanjutinya...






Labels: ,

Friday, March 09, 2007

J I K A........

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambilIkan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapatmelupakan segalanya selagi dia mengingat.....
Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadarkeperluanmu.......
Apabila sekali ia retak......tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......
Akhirnya ia dibuang......
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakanlagi.....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya

Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untukmenerimanya. ....akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terusHingga ke akhirnya....
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan.
Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu.
Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain
kamu juga akan menyesal.
disarikan dari milis poros-e