Wednesday, August 26, 2009

mboohhh ga eroohhh....

beberapa hari ini terasanya aneh bagiku.

rasa bahagia

rasa sedih

rasa datar

dan terutama rasa kepingin…

walaupun ampe sekarang masih ku telaah lagi, kepingin apaan siy?

berbagai macam peristiwa, kejadian, moment, baik indah, buruk, patut dikenang ataupun layak untuk dilupakan terasa hilir mudik dalam perjalanan beberapa hari ini. ku istilahkan saja past overlap sydromme. ini terjadi setelah kuinjakkan kakiku di ibukota tercinta ini lagi setelah beberapa hari kutinggalkan. huehueue… rasanya itu seperti eneg yang berkepanjangan, mual tak henti-henti, mata tak mau terpejam [hingga saat menulis ini sudah hampir 30 jam mata ini belum terpejam hhhaaaahhhh... insomnia akut], dan pikiran kurang fokus. hanya rasa lain yang lebih positif menyertainya yakni nafsu makan yang kurasa bertambah deh… ["abe... so godek ngana pe puru dang", kata tante linda suatu saat]

sekarang adalah sekarang, dan besok adalah besok… biarlah perut ini membesar nanti juga akan aku kecilkan lagi huehuehue…

****

biarkan aku menjalaninya. biar kurasakan sendiri bagaimananya.tak perlu ada lagi kasihan itu. sudah cukup aku melihatnya. simpan saja untuk dirimu sendiri. sebab aku memang begitu, terlalu mementingkan diri sendiri kadang juga disertai juga dengan rasa tak perduli. jujur aku inginkan kamu. sangat sangat ingin. tapi juga tak ingin kadang-kadang. memang aneh ya…

kenapa ‘tak ingin’ itu terjadi? tanyakan padaku!

adakalanya waktu tak ingin kita bersama… kesempatan tak mau menjumpai kita… atau keinginan yang tak sudi muncul di benak ini.

entah apa yang yang terjadi jika tak di niatkan. tak di laksanakan. tak di wujud nyatakan. mungkin tak ada lagi waktu, kesempatan, dan keinginan yang mempertemukan kita.

"……….." dan akupun terdiam

****

aduhh pinggang ini rasanya tak mampu lagi untuk menahan beban tubuh kala duduk mengetik deh… gejala encok rupanya atau sakit pinggang akut. moga-moga nggak yah?? aku masih muda… masih banyak gunung yang ingin kudaki, puncak yang ingin kuraih.

*muleet dulu aaccchhhh…..

****

scene # 76 / take 4

Samar-samar cahaya lilin menerpa lemah di wajah Rita. terlihat sama-sama muram dengan suasana Kampung Daun malam itu. Sementara Agus hanya memainkan ujung garpu pada makan yang masih banyak tersisa di depannya.

"jadi bagaimana Neng?" tanya Agus pada Rita membuka obrolan

"bagaimana yang bagaimana…?" jawab Rita disertai pertanyaan lagi

"Aa’ sudah mengambil keputusan… sepertinya kita butuh untuk instrospeksi masing-masing deh…" semakin acak kadut aja makanan di depan Agus di garuk-garuk

"terserah Aa’ aja deh…!" tukas Rita sedikit meninggi

sebuah kecupan mendarat di kening Rita bersamaan dengan itu bayangan Aguspun ikut menghilang ditengah pekatnya malam yang dingin.

****

bikin kopi lucu niy rupanya… [ide yg bagus]

*udah nenteng mug sambil ngaduk2

huuffff hangat… gila niy kantor udah kaya kulkas raksasa.

****

scene # 77 / take 1

keringat dingin mengucur deras dari kening Willi. jantung berdetak tak karuan. ingin rasanya ia tidak berada ditempat itu. ujung taplak mejanya tampak kusut di remas-remas tangannya. didepan hidungnya adalah seorang wanita. wanita yang disukainya sejak masih duduk di sekolah menengah pertama. memang setahun lebih tua umurnya dari Willi, namun tak menghalangi niatnya malam itu untuk mengungkapkan cintanya.

Bella, sebut saja begitu. seakan mengurai kembali memori lama yang terjadi kala dulu kala. dari tatapan matanya jelas nampak rasa suka hanya saja terbungkus oleh rasa pertemanan yang mendalam. memang untuk yang ketiga kalinya Willi mengajak Bella berdua saja ke sebuah tempat khusus untuk membicarakan sesuatu ini.

layaknya seorang peramal, seperti Willi sudah bisa menebak apa jawaban yang bakal diterimanya dari Bella. Ia hanya tertegun melihat raut muka Bella yang tersenyum tanpa memperhatikan maksud Willi. senyum yang jauh dari peka, senyum yang 100 % mengisyaratkan rasa pertemanan.

"udah niy… ga mau nambah lagi?" tanya Willi sembari mencari ide obrolan lain.

"udah ahh ntar endud lagi gw…" timpal Bella ringan saja

"ehhh ntar dulu yah gw ke toilet bentar?" pinta Willi pada Bella yang seketika mengangguk

di toilet Willi berusaha menelpon Manda, sepupu Bella.

"elo dukung gw kan Man?", tanya Willi ke Manda tentang niatannya.

" ya iyalah Will… pasti dong!" jawab Manda dari jauh sana.

"tenang ajalahhh… malah gw pikir elo udah jadian sejam yang lalu" sambung Manda semakin penasaran.

"ternyata ga semudah itu Man…" timpalku sembari membakar sebatang marlboro

"lu tau ga siy… antara rasa ingin berteman dan ingin berpacaran itu? kalo dari gwnya siy berasa yang pertama deh. dia nggak pernah serius merespon gw. ga seperti elo sekarang yang kayaknya excited banget… trus dia tuh seperti merasa ga peka ama keadaan gw… pokonya gw ga comfort deh di meja itu. mending gw ngomong ama elo gini rasanya kaya gw terbuka aja ama elo seperti orang pacaran malahan…" nyata Willi ngalur ngidul tanpa memperdulikan Manda yang terdiam diujung gagang sana.

"halo…haloo… Man… Mandaa!" seru Willi

"Lhoo koq…" Willi bingung

"Tut…Tuut…Tuut !" suara telepon tiba-tiba terputus

****

ahhh cape nulis niy… ngerokok dulu yah? nti sambung lagi…

0 Comments:

Post a Comment

<< Home