Sunday, April 17, 2011

catatan #1


aku tidak mau menjadi pihak yang "bersalah" disini. karena yang terjadi lalu adalah akibat keputusan bersama.jadi alangkah berbahagianya aku jika yang terjadi karena keputusan bersama tadi menjadi keresahan bersama juga. adilkan?

***

berawal dari sebuah keputusan kita, yaitu aku dan kamu untuk mencoba menjalani sebuah hubungan hasil ketertarikan kita antar sesama lawan jenis. kamu mengkonversi tanda-tanda yang kuberi, sebaliknya akupun mengkonversi nilai-nilai yang kutangkap dari kamu. klop sudah! jembatan cinta menjadi saksi bagaimana jemarimu yang dingin kuraih sembari berjalan ringan melawan derasnya angin laut yang menampar kulit-kulit muka yang kala itu terselubungi rasa cinta.

pelukan pertama kita sembari berjalan menghitung kayu demi kayu yang terinjak pasrah di sepanjang jembatan yang sesekali berdecit tanda dewi amor memang sedang berpihak pada kita. bahkan sang cupidpun terpaksa kembali ke alamnya karena 'gagal' melaksanakan misinya seperti yang sudah-sudah terhadap pasangan lain di tempat itu.

sebuah awal yang indah, setelah berjam-jam pada setiap malam kita berlomba saling menghabiskan pulsa telepon genggam hanya untuk bercerita sesuatu yang bertujuan untuk saling meyakinkan satu sama lain. meyakinkan bahwa akulah yang pantas untukmu. atau kamulah yang pantas untukku. pernyataan dua arah yang kurang lebih samalah artinya.

dan aku pun jatuh dalam lembah pencobaan... *God forgive me*

***

seharusnya kabar gembira ini dapat aku bagi pada sahabat, teman, rekan sejawat seperjalanan sepermainan. namun apa lacur. kamu menginginkannya seperti sepenurut keinginanmu. kamu inginkan agar kabar gembira ini hanya aku dan kamu saja yang tahu. biar dunia mengganggapnya tidak pernah terjadi.

awalnya aku tanya mengapa? mengapa? entah kamu sudah menjawabnya atau belum yang pasti aku terima saja. biarlah mereka mengira bahwa kita hanya teman. teman yang dekat. dekat sekali. biarlah mereka dengan seribu satu tanya di benak mereka akan tingkah kita. jujur aku menikmatinya... sangat menikmatinya. raut muka penasaran dan butuh penjelasan itu merupakan narkotik yang membuat ketagihan. iyaa.. kala itu! tak terkira betapa dosaku pada mereka yang sudah kuanggap sodara, karena seringkali berbagi air dari gelas yang sama ato berbagai makanan dari piring yang sama... hmm...

masih kusesali hingga kini mengapa tak kubiarkan saja dunia tahu tentang kita. tentang hubungan yang kita jalani. tentang rasa yang membutakan kita. tentang cerita indah yang kita jalani di dunia kita. dunia kita yang nyata untuk kita tapi tidak untuk orang-orang yang hampir tiga perempat dari waktu bermain kita selalu bersama-sama berbagi canda tawa dan tangis derita. itu dunia kita jalani? jawab aku hey kamu yang selalu mengagung-agungkan kemandirian di atas segala-galanya. kamu yang selalu berlindung di balik keperkasaanmu sebagai perempuan. kamu yang kini selalu bisa meyakinkan orang lain bahwa aku yang salah dan kamu yang selalu benar. ato.. ahh whatevverlah yang kamu lakukan.

sekarang apa? apa? salah jika aku ingin keluar dari dunia yang kamu dan aku ciptakan. dunia yang asli hanya jika aku dan kamu saja yang menjalani. oohh no! no no no no no! kamu sudah mendapatkan kesempatanmu untuk menjelaskan pada mereka. orang-orang itu. sahabat-sahabatmu itu. saudara-saudaramu itu. dan apa?? apa hasilnya... aku tidak tahu. jangan tanya aku.

dan jika sekarang ini aku menjadi orang lain bagi kamu, itu salahmu. hanya saja jika saat itu orang lain itu tahu tentang kita, mungkin aku tidak akan jadi seperti sekarang ini. aku hanya menjadi diri sendiri seperti pertama kali kamu kenal aku. ternyata menjadi orang lain untukmu adalah menjadi orang yang seperti biasa orang-orang lain itu tahu tentang aku. jadi ibarat kata jika kamu dan aku jadian pun mereka kan gak tau, yang tau kan cuman kita. nah sekarang jika aku bilang aku tidak ada apa-apa denganmu kan artinya sudah benarkan seperti yang dahulu kita telah sepakati secara tidak tertulis, dan hanya tergores di hati. #eaaa


ihhh ribet deh!

***

sekarang, mari kita jalani hari kita masing-masing dengan tenang. biarlah yang lalu berlalu. mulailah dengan yang baru. dan aku akan mulai dengan yang baru juga. anggap saja itu tidak pernah terjadi seperti kesepakatan kita yang menghasilkan penindasan untuk kita juga. tidak ada yang salah. juga tidak ada yang benar. nisbikan saja. biarlah menjadi sebuah anomali dalam perjalanan hidup kita bahwa kita pernah hidup dalam matriks cinta, yang hanya kita saja yang tahu dan rasa.

aku tidak akan mengutak atik lagi kisah itu. biarlah tersimpan dalam brankas hati ku terdalam aku kunci dan kuncinya kubuang entah kemana. kalo pun nanti harus terbuka biar kotaknya saja yang terbuang beserta dengan isinya didalam.

sekian. aku harap kamu memahaminya.

salam,
Alf

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home