Tuesday, April 19, 2011

catatan #4


"Alcohol is never the answer.But it does make you forget the question."


penggalan kalimat ini muncul lagi setelah sekian lama tidak terbaca olehku. sebuah penggalan kalimat anti thesis cantik, bagi mereka yang ingin mencari jalan keluar instant dari masalah yang di hadapi. kebanyakan yaa kalo tidak masalah lawan jenis, ya persahabatan. mungkin bisa juga masalah hutang.

mari kita bedah kalimat diatas berdasar pengetahuan dan pengalaman hidup penulis, yang sedikit banyak akan masuk ranah semiotik karena ini kita akan membahas tanda. tanda berupa kalimat diatas, dalam studi kualitatif. halah!

penulis ingin merubah sudut pandang penulisan menjadi sudut pandang orang pertama. agar lebih dapat feel-nya. hehehe. juga supaya tidak terjadi miss intrepetasi dengan pembacanya, sebab pembaca juga memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup yang berbeda dengan penulis tentunya.

***

"alkohol bukan jawaban, tapi itu sudah pasti buat kamu lupa pertanyaan-nya"


***

kepala ini cenat-cenut rasanya. bukan karena kata cenat-cenut itu sedang nge-tren sekarang tapi karena masalah kerjaan dan pribadi campur aduk jadi satu dalam kepala yang kecil ini. itulah sebabnya aku tak pernah cocok pake topi, kepalaku jadi terlihat aneh. pernah mencoba tapi hanya bertahan sehari saja, itupun tidak 24 jam.
"seharusnya paket ini sudah selesai dari kemaren..." ungkapku dalam hati. sembari memandang booth-booth kosong. berjalan ragu dari ruangan dingin sedingin kulkas itu hanya untuk dengan harapan telah ada sosok penguasa booth tersebut.

penyuting gambar yang ada di jadwal ternyata melakukan makar terhadap jadwalnya. padahal jadwal-jadwal itu sudah susah payah di buat oleh bos mereka. aku tidak akan membahas lebih lanjut masalah itu. yang ada akan semakin hancur mood-ku yang sudah kujaga semenjak berangkat dari rumah tadi.

"seharusnya ada editor pengganti ini..." ungkapku mulai mengumpat masih di dalam hati.

malam semakin tua, ketika atasanku memanggil.

"ngapain lo?"
"editing mas, tapi editornya belom muncul..."
"yaudah... ikut gw yuk!"
alhasil, obrolan warung kopi dengan si bos menghasilkan keputusan bahwa aku akan memegang 4 segmentasi liputan feature yang masing-masing akan tayang di berita malam dan berita pagi. dan aku bertanggung jawab kepada bos-bos berita yang aku tempel.

"satu masalah aja belum tuntas, udah dapat 'masalah' baru" curhatku dalam hati.
"tetap semangat laah" teriakku masih dalam hati.

***

jam tangan tua-ku menunjuk pukul 19:34 saat aplusan tugas terjadi. yaa kameramen dari paket yang sedang ku "jaga" datang. sebagai pengambil gambar dan tahu flow ceritanya, ia merupakan orang yang tepat untuk itu. sebenarnya aku agak lelah setelah sesiangan tadi berkubang di kolam renang senayan bersama sobat-sobat seperkolamanku. namun segera kutepis jauh-jauh.
aku ingin minum. minum untuk melupakan kekesalanku. minum untuk meringankan masalahku. minum untuk bisa lepas bicara sesuka hatiku. minum untuk melucu dan ditertawakan oleh teman-temanku. minum untuk apapun tidakan bodoh yang akan kulakukan nanti.

satu botol kecil berlalu. satu botol besar sudah terisi setengah


obrolan sudah mulai seru. tak ada lagi cang cing cong. lupakan ba bi bu. kata hati sudah mengambil alih. tak acuhkan sapa di kanan dan kiriku. hanya teriakkan isi hati yang tertahan. sudah lupa sapa teman sapa lawan. sama musuh sapa kawan. masa bodoh ada yang tersinggung, atau sudah tidak menapak bumi karena pujian. ahh... mabuk aku.

5 buah cairan warna warni dalam wadah kaca laboratorium mulai mewarnai meja yang sebelumnya sudah penuh dengan gelas, botol, asbak rokok.


aku sudah lupa. lupa sudah aku. memikirkan pertanyaan yang selalu menghantui ku semenjak menginjak tempat terakhir sebelum terdampar disini. semakin kuat aku berusaha memikirkan pertanyaan itu, semakin lupa juga aku. yang pasti saat itu alkohol telah menjadi jawaban atas segala pertanyaan yang berkecamuk dalam benak.

dahulu, seorang sahabat pernah berkata padaku bahwa minum itu akan menjadikan kita akrab. seorang sahabat yang lebih dahulu mengecap dunia sebelum aku. dia jugalah yang banyak memberi ilmu-ilmu "mari bergaul". selalu memberikan tips dan trick dalam bergaul yang konon dia dapat dari kitab 'mari bergaul" edisi pertama. dan aku, sekarang beruntung dalam belajar walaupun berbekal edisi revisi. hehehe.

#tetapsemangatz

salam,
Alf

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home