Sunday, March 31, 2013

catatan #16: Tangan Waktu




selalu terulur ia lewat jendela
yang panjang dan menakutkan
selagi kau bekerja, atau mimpipun
tanpa berkata suatu apa

bila saja kau tanya: mengapa
berarti terlalu jauh kau sudah terbawa
sebelum sungguh menjadi sadar
bahwa sudah telanjur terlantar

belum pernah ia minta ijin
memutar jarum jarum jam tua
yang segera tergesa gesa saja berdetak
tanpa menoleh walau kauseru

selalu terukur ia lewat jendela
yang makin keras dalam pengalaman
mengarah padamu tumbuh tak tahu
memegang leher bajumu



15 maret 1959
Sapardi Djoko Darmono - unpublish poet