Monday, September 01, 2014

catatan #30

bahwasannya kenangan itu adalah hilangnya waktu yang dipersembahkan untuk sesuatu yang layak di perjuangkan... pada waktu itu tentunya.

*****

mengapa ada 5 bintang di atas sebagai partisi tulisan?
sebab saya menghargai tulisan saya sendiri selayaknya hotel bintang lima***** (andai bisa tujuh tapi ntar dikira merek obat)

*****

baru-baru ini saya menginjakkan kaki saya di ketinggian 3805 meter diatas permukaan laut. sungguh haru bercampur gembira dan takut. mengapa takut? iya takut akan apapun yang akan terjadi kepada saya waktu itu. semua bisa saja terjadi. apapun. namun alam memang sedang berbaik hati. diberinya cuaca yang adem tidak panas. diberinya angin yang sepoi tidak badai. dan diberinya hujan es bukan air.

lebih kurang 5 jam saya berjibaku di jalur antara shelter 2 hingga puncak kerinci. berbagai macam bayangan tentang hidup dan kehidupan saya terbayang jelas. setapak demi setapak dalam jalur bebatuan yang menyiksa lutut saya lakukan dengan teguh. saya buang jauh-jauh pikiran ragu sebab tujuan saya jelas disana. di ketinggian itu.

saya tidak akan berpanjanglebar menceritakan mengenai puncak kerinci. saya hanya bersyukur saja diberi kemampuan untuk berada di sana. berada di titik dimana tidak semua orang bisa berada. bukan berarti semua orang tidak bisa berada di sana, hanya saja perlu beberapa hal dan keberuntungan untuk dapat berada di sana. dan sana pernah berada di sana.

dalam video testimoni yang saya unggah di medsos facebook, saya berkata bahwa, "saya merasa kecil berada di puncak ini. merasa kecil di hadapan alam yang maha besar ini" begitulah yang saya rasakan jujur tulus dari dalam lubuk hati terdalam saya. 

*****

saat ini, dengan muka yang masih gosong akibat siksaan sinar matahari dan udara dingin nan kering. mencoba memungut remah-remah rejeki dari kehidupan ibukota yang kejam. mengapa kejam? coba ingat bagaimana kota ini memperlakukanmu. saya tidak akan mendetil mengenai hal ini, takut kena UUITE karena menghina sebuah kota. apalagi ibukota.

*****

oia kawan... terima kasih sudah membaca. memang tidak banyak memuaskan dahaga rasa ingin tahu anda, namun paling tidak saya sudah melampiaskan keinginan menulis panjang saya. (mungkin) saya akan kembali dengan cerita-cerita lain. saya ingin keinginan menulis ini tetap berkobar.

tabik


catatan #29

tes apakah entri ini masuk?

*setelah sekian lama tidak ngeblog*